Tawakal tanpa ikhtiar adalah kemalasan, dan ikhtiar tanpa tawakal adalah kesombongan.
Jangan hanya berkata “aku pasrah kepada Allah” tapi enggan berusaha. Itu bukan tawakal itu menyerah sebelum berjuang.
Dan jangan pula merasa cukup dengan kerja keras tanpa melibatkan Allah. Itu bukan percaya diri itu kesombongan yang halus.
Tawakal sejati adalah berusaha sekuat tenaga, lalu berserah sepenuh hati. Kita bergerak karena Allah memerintahkan untuk berikhtiar,
dan kita tenang karena hasilnya kita titipkan kepada-Nya.
Sebab Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
MEDIA LEMBAGA SOSIAL DAN STUDI ISLAM (eLSSI)
Website : www.elssimedia.id
Facebook : facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/elssimedia
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YouTube : www.youtube.com/@elssimedia

















